Sayuran jadi manis dan segar, begini cara panen nya !

Kita tahu bahwa Jepang selain dikenal dengan industri otomotifnya juga dikenal dengan industri pangan dan pertaniannya yang maju. Pertanian di Jepang maju karena ada dukungan dari pemerintahnya. Petani disana memiliki lahan yang luas sampai 10 ha dan tidak dijual seperti disini. Para orang tua yang mempunyai lahan pertanian luas akan mewariskan pada anaknya turun temurun. Hanya anak yang benar-benar berminat jadi petani yang akan diwarisi untuk melanjutkan pertanian orang tua mereka.

Jepang mempunyai musim dingin dimana semua orang akan mengurangi aktivitasnya di luar dan menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan penghangat. Yang kita pikirkan adalah berarti selama musim dingin tidak ada kegiatan pertanian di Jepang? Oh tidak kisanak. Malah pada musim dingin para petani di Jepang disibukkan dengan kegiatan memanen sayuran segar. Loh kok bisa??

Sebenarnya ini sudah menjadi kegiatan memanen sayuran petani di Jepang ketika musim dingin. Dan mengapa mereka memilih memanen di musim dingin sayurannya? Ternyata oh ternyata menyimpan maksud yang sangat amat penting. Para petani membiarkan sayurannya agar tetimbun salju untuk mendapatkan rasa dan kesegaran yang lebih. Sayuran yang dipanen di musim dingin/tertimbun salju menghasilkan rasa yang lebih manis daripada sayuran yang dipanen bukan musim salju. Sayuran jenis ini adalah wortel, kubis dan lobak. Tapi kenapa kok bisa lebih manis ya?

Mengapa sayuran yang dipanen di musim dingin rasanya lebih manis? Hal ini bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan gan sis. Tanaman tidak dapat bergerak, mereka harus mengembangkan teknik pertahanan melawan pemangsa dan dingin yang ekstrim di musim dingin. Misalnya saja wortel. Wortel telah mengembangkan respons fisiologis untuk meningkatkan kadar gula ketika di sekelilingnya dingin. Kenapa kadar gula harus ditingkatkan? Karena kadar gula ini membantu menghentikan formasi kristal es dan mencegah kerusakan pada sel-sel wortel. Jadi itulah alasan petani di Jepang memanen sayuran pada musim dingin.

admin Written by:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *